Waspadai Leptospirosis, Penyakit yang Mengintai di Banjir!

0
21
Waspada Leptospirosis, Penyakit yang Mengintai saat Banjir!

Bahkan 1 minggu di awal 2020, beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Curah hujan yang tinggi ditambah sebagian saluran air yang tidak berfungsi secara optimal merupakan faktor yang menyebabkan banjir begitu cepat terjadi.

Apakah Gang Sehat merupakan salah satu tempat di mana banjir terkena? Jika demikian, selain berfokus pada menyelamatkan barang-barang berharga dan melarikan diri ke tempat yang aman, Gang Sehat juga harus waspada bukannya tidak terinfeksi oleh beberapa penyakit yang sering terjadi ketika banjir, salah satunya adalah leptospirosis!

Apa itu leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri genus Spira. Leptospirosis adalah jenis infeksi zoonosis, yang berarti bahwa infeksi ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Hewan yang berpotensi menjadi perantara penyakit ini adalah tikus seperti tikus, membelai seperti anjing, dan ternak. Bakteri dapat berpindah dari hewan ke manusia melalui urin hewan yang mengandung bakteri, yang mencemari air dan tanah di sekitar lingkungan di mana manusia hidup.

Baca juga: Waspadai Penyakit Pasca Banjir!

Apa hubungan antara banjir dan wabah leptospirosis?

Leptospirosis sering menjangkiti banjir atau badai pascabencana di suatu daerah. Ini bisa terjadi karena ketika banjir terjadi, air yang meluap membawa bagian tanah atau sumber air yang terkontaminasi bakteri.

Selain itu, tikus seperti tikus, yang umumnya di tempat-tempat tersembunyi dan kurangnya kontak dengan manusia, banyak berserakan karena sarang mereka terendam air.

Air yang berdiri di mana-mana adalah media yang sangat memudahkan manusia untuk tertular penyakit. Karena bakteri yang menyebabkan leptospirosis dapat masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang teriritasi atau sebuah lukadan melalui kontak dengan selaput lendir yang ditemukan di mata, hidung dan mulut. Bakteri ini juga dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, di tanah atau air yang terkontaminasi setelah banjir.

Baca juga: Hati-hati, Banjir Dapat Meningkatkan Risiko Terjadinya Penyakit Ini!

Mempersiapkan Banjir - GueSehat.com

Apa saja gejala leptospirosis?

Infeksi bakteri genus Spira ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang relatif ringan dan tidak spesifik hingga yang relatif parah. Gejala awal kasus leptospirosis termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, batuk, kulit kemerahan, mata merah, dan sakit perut.

Tetapi tanpa pengobatan yang tepat, leptospirosis juga bisa berakibat fatal, seperti menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (radang selaput otak), gagal hati, bahkan kematian.

Gejala-gejala ini dapat muncul dalam kisaran 2 hingga 30 hari setelah seseorang kontak dengan bakteri. Karena itu, kita tidak boleh meremehkan semua masalah kesehatan yang timbul setelah banjir.

Baca juga: 5 Mempersiapkan Banjir di Musim Hujan

Bagaimana cara meminimalkan risiko tertular leptospirosis ketika terkena banjir?

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari infeksi leptospirosis pada saat banjir meliputi:

  1. Jangan bermain apalagi berenang dengan air banjir.
  2. Jika kondisinya tidak memungkinkan untuk sepenuhnya bersentuhan dengan air banjir, tutupi semua bagian kulit yang mungkin terluka atau teriritasi dengan plester tahan air.
  3. Pada saat evakuasi, berjalanlah dengan alas kaki yang tertutup rapat dan sedapat mungkin tahan air, seperti sepatu sepatu bot terbuat dari karet atau sepatu tertutup yang dibungkus plastik.
  4. Cobalah mencari sumber air bersih di lokasi evakuasi. Jika sumber air berpotensi tercemar, rebus airnya sebelum dimasak.
  5. Berkolaborasi dengan penduduk setempat untuk menangkap tikus seperti tikus, yang mungkin masih banyak berkeliaran setelah banjir.
  6. Setelah air surut, segera bersihkan lingkungan di sekitar rumah untuk menyingkirkan kotoran dan bakteri.

Jika Anda mengalami gejala leptospirosis, apa yang harus Anda lakukan?

Seperti kebanyakan penyakit menular bakteri yang lain, leptospirosis dapat disembuhkan dengan memberikan terapi antibiotik yang tepat. Semakin cepat didiagnosis, semakin efektif terapi tersebut.

Karena itu, kita tidak boleh meremehkan semua masalah kesehatan yang timbul setelah banjir. Lebih baik segera memeriksanya agar kelainan itu bisa segera diobati. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama kualitas saluran air, sehingga banjir tidak mudah terjadi ketika curah hujan meningkat. Salam sehat! (KAMI)

Referensi

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit: Badai, Banjir, dan Leptospirosis

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit: Leptospirosis

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit: Lindungi Diri Anda dari Leptospirosis Setelah Badai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here