Waspadai Bahaya Muntah, Leptospirosis, Demam Berdarah, Infeksi Saluran Pernafasan, dan Eksim Kulit Selama Musim Hujan dan Banjir

0
15
<pre><pre>Waspadai Bahaya Muntah, Leptospirosis, Demam Berdarah, Infeksi Saluran Pernafasan, dan Eksim Kulit Selama Musim Hujan dan Banjir

JAKARTA, 5 Januari 2020 – Meskipun banjir telah surut dan curah hujan tidak setinggi selama tahun baru, kita harus tetap waspada terhadap potensi curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Kewaspadaan harus diambil dari berbagai aspek, mulai dari keamanan rumah, aset, dan yang lebih penting adalah kesehatan keluarga di rumah. dr. Vian Setyawan, Kepala Unit Gawat Darurat di Rumah Sakit Awal Bros West Bekasi, memberikan informasi terkait potensi penyakit yang bisa muncul selama musim hujan dan banjir.

Banjir tentu saja dapat menyebabkan kebersihan lingkungan menjadi buruk. Lingkungan yang memiliki banyak genangan juga merupakan lahan yang bagus untuk perkembangbiakan nyamuk. Kondisi ini dapat menyebabkan potensi muntah, leptospirosis, demam berdarah, infeksi saluran pernapasan, dan eksim kulit. Perlu dicatat bahwa penyakit ini dapat menyebar satu sama lain. Infeksi pencernaan seperti muntah atau tifus dapat timbul karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Infeksi pernapasan dapat ditularkan dari batuk atau pilek melalui udara. Infeksi dengue bisa menular karena virus dengue mudah menyebar karena banyaknya nyamuk sebagai alat penular virus.

Kondisi ini jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan yang merugikan seperti muntah dapat menyebabkan dehidrasi parah, demam berdarah dapat menyebabkan perdarahan organ dalam, leptospirosis menyebabkan infeksi otak, dan infeksi saluran pernapasan dapat menyebabkan sesak napas parah. Kondisi terminal ini dapat menyebabkan kematian.

Untuk mencegah penyakit ini, pemeliharaan rutin pada sistem sanitasi harus dilakukan tanpa menunggu musim hujan. Jika sampai musim hujan tiba, terutama jika banjir melanda, risiko tertular penyakit di atas akan jauh lebih tinggi. Banjir adalah bencana alam. Perlu responsif dan kerja sama berbagai pihak dalam mengantisipasi banjir. Yang terbaik bagi masyarakat adalah mengetahui di mana kamp-kamp pengungsian mudah dijangkau dan aman dari bencana, baik bagi para pengungsi maupun pekerja bantuan. Biasakan menyediakan persediaan makanan dan papan pakaian yang layak dan mencari tahu pos-pos medis untuk penanganan dan transportasi pertama untuk perawatan medis lebih lanjut.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan setelah banjir:
1. Menjaga kebersihan. Segera bersihkan dan keringkan rumah untuk mencegah tumbuhnya jamur dan barang bersih yang terendam. Jangan lupa membersihkan barang-barang dengan campuran yang mengandung anti-bakteri. Tutupi wadah air dan keringkan genangan air untuk mencegah perkembangan nyamuk.

2. Menjaga kesehatan. Obati luka terbuka dengan antiseptik dan tutup luka dengan cepat. Perhatikan batas kedaluwarsa kebersihan dan makanan atau minuman. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan.

3. Pertahankan keamanan. Pastikan barang-barang yang menggunakan listrik berada dalam kondisi yang tepat sebelum menggunakan listrik rumah untuk mencegah sengatan listrik atau kebakaran.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Hanie Dewita (Hanie)
Kepala Pemasaran dan Komunikasi Perusahaan
Rumah Sakit Awal Bros Group
Ponsel: 0878 8045 90 94
Tel: (021) 421 7746
Faks: (021) 428 70578
Email: [email protected]

Pos Waspadai Bahaya Muntah, Leptospirosis, Demam Berdarah, Infeksi Saluran Pernafasan, dan Eksim Kulit Selama Musim Hujan dan Banjir muncul pertama kali Rumah Sakit Bros Awal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here