Vaksinasi Difteri: Dimulai sejak bayi

0
19
<pre><pre>Vaksinasi Difteri: Dimulai sejak bayi

Difteri adalah infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan. Difteri ditransmisikan dari kuman Corynebacterium diphteriae (tidak bergerak, tidak merangkum, tidak membentuk spora, tahan terhadap pembekuan dan pengeringan) yang dapat menyebar dari orang ke orang. Namun, jika vaksinasi difteri dilakukan, difteri dapat dicegah.

Gejala difteri termasuk demam tinggi, sakit tenggorokan, benjolan di leher, batuk, pilek, lemas, suara serak, nyeri saat menelan, sulit bernapas, tenggorokan, dan amandel tertutup oleh selaput kelabu. Penularan difteri dapat terjadi melalui batuk / pilek / air liur dari orang yang sakit, kontak langsung dengan benda yang mengandung kuman difteri, dan mengunjungi negara / daerah yang terinfeksi difteri. Difteri dapat menyebabkan gejala atau komplikasi yang lebih parah seperti sesak napas, masalah jantung, gangguan ginjal, kelemahan otot dan kematian.

Vaksinasi difteri lengkap lebih awal untuk mencegah penularan

Difteri dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risiko terkena difteri akan lebih tinggi jika Anda tidak mendapatkan vaksin difteri lengkap. Difteri dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi difteri untuk balita diberikan DPT-HB-HiB pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan. Untuk anak-anak dan remaja, vaksinasi difteri diberikan pada usia 5 tahun. Sedangkan orang dewasa diberikan vaksinasi booster difteri (Td) setiap 10 tahun.

Vaksinasi adalah upaya untuk secara aktif meningkatkan / meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit. Sehingga jika suatu saat terkena penyakit tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Selain pencegahan dengan vaksinasi, upaya pencegahan penularan difteri dapat dilakukan dengan mempertahankan kontak. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri, kenakan masker, dan cuci tangan dengan sabun. Lakukan juga olahraga teratur dan pertahankan konsumsi makanan bergizi. Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Jika gejala ini muncul, segera periksa ke unit layanan kesehatan terdekat.

Yang diwawancarai:

dr. Tidak ada Demartha
Dokter umum Rumah Sakit Bros Dini Pekanbaru

Ilustrasi gambar oleh Freepik

Artikel terkait:

Pos Vaksinasi Difteri: Dimulai sejak bayi muncul pertama kali Rumah Sakit Bros Awal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here