Mencegah Neuropati, Kerusakan Saraf pada Penderita Diabetes

0
13
Mencegah Neuropati, Kerusakan Saraf Penderita Diabetes

S.Kebanyakan penderita diabetes berisiko mengalami komplikasi, salah satunya adalah diabetes neuropati. Masalah ini berasal dari kerusakan saraf dan kemudian menyebabkan gejala seperti mati rasa, kesemutan, terbakar dan sakit. Gejala-gejala ini akan semakin muncul jika durasi diabetes cukup lama dan kadar gula tidak terkontrol.

Gejala diabetes neuropati bisa ringan, tetapi bisa sangat parah sehingga mengganggu aktivitas dan pergerakan penderita diabetes. Maka untuk mencegah komplikasi hingga diabetes terjadi neuropati harus dilakukan sejak awal, sejak didiagnosis menderita diabetes.

Selain mengendalikan gula darah dengan mengatur pola makan, olahraga dan minum obat secara teratur, ada pendekatan khusus yang harus dilakukan penderita diabetes untuk mencegah kerusakan saraf. Apa pendekatan yang Anda maksudkan?

Baca juga: Cara Mencegah Kerusakan Saraf untuk Wanita

Terjadinya Neuropati Diabetes

Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, spesialis penyakit dalam dan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok, menjelaskan bahwa pada penderita diabetes, kadar gula yang tinggi dalam tubuh dalam waktu lama akan melemahkan dinding pembuluh darah yang memberikan nutrisi ke sel saraf, sehingga bisa merusak sel saraf.

"Itu menyebabkan penderita diabetes memiliki risiko tinggi kerusakan saraf perifer atau neuropati perifer. Jika diabetes dan kerusakan saraf tidak segera diobati sedini mungkin, itu akan mencapai tahap penting, sehingga gangguan saraf semakin sulit untuk pulih seperti sebelumnya, "jelasnya dalam acara tersebut Hari Diabetes Sedunia, yang diselenggarakan oleh P&G Health and Neurobion di Jakarta (11/18).

Data Federasi Internasional (IDF) untuk 2017 menunjukkan bahwa 50 persen penderita diabetes berisiko mengalami gejala neuropati. Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 10 juta kasus diabetes dan data Riskesdas 2018 menunjukkan Prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada 2018 adalah 10,9% menggunakan konsensus PERKENI 2015.

Menurut Prof. Mardi, neuropati adalah disembunyikan penyakit, yang jika tidak ditangani akan terus tumbuh dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup. Karena itu, keluarga memainkan peran penting untuk membantu mencegah dan mendeteksi risiko gejala neuropati sehingga pasien dapat segera mendapatkan diagnosis yang akurat sedini mungkin.

Penderita diabetes yang merasakan gejala suka mati rasa, kesemutan, terbakar dan sakit harus segera memeriksakan diri ke dokter. Karena jika tidak dirawat, mati rasa bisa membuat penderitanya tidak merasakan jika terluka atau terkena benda tajam.

"Jika luka terjadi, penderita diabetes akan menurunkan kualitas hidup mereka dan mempengaruhi kondisi keluarga secara keseluruhan. Karena itu, keluarga memainkan peran yang sangat penting, terutama untuk memastikan bahwa penderita diabetes mengontrol gula darah dan mampu mengelola diri secara optimal," kata Prof. Mardi

Baca juga: Ini adalah penyebab rasa sakit di telapak kaki!

Cara Mencegah Neuropati Diabetes

Penderita diabetes perlu memahami komplikasi neurologis dan harus mendapatkan pendidikan pencegahan neuropati. Langkah pertama untuk mencegah diabetes neuropati adalah mengendalikan gula darah, bagi mereka yang telah didiagnosis menderita diabetes atau berisiko diabetes. dr. Endang Sri Wahyuni, MKM, Kepala Bagian Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Mental, dan Obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, kata, pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan gula darah untuk warga DKI melalui Posbindu.
"P.deteksi dini dan program pendidikan tentang penyakit tidak menular termasuk diabetes selalu menjadi prioritas. Tidak hanya untuk penderita diabetes, kami juga ingin menjadikan keluarga sebagai kunci kualitas hidup penderita diabetes, agar bisa menambah kewaspadaan tentang risiko komplikasi dalam penderita diabetes"Salah satunya adalah neuropati," kata Dr. Endang.

Mengontrol gula darah dapat dilakukan dengan mempertahankan pola gula dan karbohidrat rendah dan tinggi serat, berolahraga 3-5 kali seminggu, minum obat diabetes dan pemeriksaan kesehatan rutin termasuk tes HbA1c.

Penderita diabetes juga dapat mengonsumsi vitamin neurotropik yang telah terbukti berkurang gejala neuropati pada penderita diabetes. Bberdasarkan Studi Klinis 2018 bernama NENOIN, konsumsi vitamin nEurotropic (kombinasi vitamin B1, B6 dan B12) dapat mengurangi gejala neuropati seperti mati rasa, kesemutan, terbakar, dan nyeri secara signifikan sampai dalam 3 bulan konsumsi hingga 66% pada penderita diabetes.

Baca juga: Inilah Gejala Kekurangan Vitamin B12 Anda

Sumber:

Diskusi dan Pendidikan tentang Neuropati Diabetes oleh P&G Health di Jakarta, 18 November 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here