Hematuria atau urin yang mengandung darah

0
8
<pre><pre>Hematuria atau urin yang mengandung darah

Jika sewaktu-waktu Anda menyadari bahwa urin Anda berwarna kuning tua hingga coklat tua atau kemerahan, urin Anda mungkin mengandung darah. Urin bercampur darah atau dalam istilah medis dikenal sebagai hematuria adalah kelainan kemih yang harus diwaspadai karena biasanya urin tidak dapat mengandung sel darah merah (kecuali bagi mereka yang sedang menstruasi).

Menurut Dr. Regi Septian M. Kes., SpU bertugas di Rumah Sakit Awal Bros North Bekasi, "Hematuria dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, mulai dari penyebab minor hingga penyakit serius yang memerlukan tindak lanjut segera. Namun yang pasti gejala ini adalah tanda yang tidak boleh diabaikan karena harus segera mencari tahu penyebabnya."

Jenis-jenis Hematuria

Pada penderita hematuria, warna urin dapat terlihat jelas merah atau jernih (normal).

Secara umum ada 2 jenis hematuria, yaitu:

Hematuria makroskopis. Keadaan di mana urin dapat terlihat jelas berwarna merah pekat seperti darah segar atau coklat tua.

Hematuria mikroskopis. Keadaan di mana urin dapat terlihat jernih, tetapi pada pemeriksaan mikroskop dapat ditemukan sel darah merah (eritrosit) Lebih dari 5 sel darah merah per bidang pandang urin. Oleh karena itu, warna urin pada pasien dengan hematuria dapat muncul dengan derajat warna yang berbeda. Seperti kuning bening, merah muda, kuning kemerahan, merah tua seperti darah segar, kecoklatan, hingga hitam pekat yang menunjukkan keberadaan sel darah merah dalam urin. Namun, karena sangat subyektif untuk semua orang yang mengamati, perlu untuk mengukur metode pengujian di laboratorium.

Gejala Hematuria

Umumnya gejala hematuria tidak menyakitkan. Namun, jika perjalanan disertai dengan perdarahan yang cukup, gumpalan darah juga bisa terbentuk. Itu menyebabkan dalam proses mengeluarkan bekuan darah dengan urin, gejala iritasi dapat muncul.

Gejala iritasi ditandai dengan sering buang air kecil, atau sakit pinggang dan perut bagian bawah yang sering mengganggu. Situasi ini juga dapat menyebabkan keadaan darurat seperti penyumbatan gumpalan darah di saluran kemih eksternal (uretra) yang ditandai dengan tidak dapat buang air kecil atau retensi urin jadi harus segera dibawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat. Akan lebih baik jika rumah sakit memiliki layanan spesialis urologi sehingga dapat segera ditangani dengan prosedur yang tepat.

Penyebab Hematuria

Penyebab hematuria itu sendiri dapat bervariasi. Mulai dari penyebab ringan seperti infeksi, hingga yang parah seperti batu saluran kemih, trauma, keganasan hingga radang kandung kemih idiopatik (sistitis hemoragik) dan sebagainya.

Beberapa penyebab hematuria yang paling berisiko terutama di masa dewasa adalah:

  • Batu ginjal, ureter, kandung kemih atau saluran kemih lainnya,
  • Infeksi saluran kemih,
  • Adanya keganasan di saluran kemih (terutama kandung kemih dan tumor prostat),
  • Pembesaran prostat jinak (BPH),
  • Peradangan atau radang kandung kemih (misalnya sistitis hemoragik),
  • Cedera saluran kemih (misalnya riwayat buang air kecil sebelumnya, kecelakaan, riwayat operasi dll.),
  • Gangguan pada sistem urogenital atau sistem kemih itu sendiri atau dapat disebabkan oleh kelainan di luar sistem kemih; seperti kelainan pembekuan darah, kelainan sistem hematologi lainnya, dll.
  • Ambil pengencer darah (aspilet, warfarin, dll.)
Tidak semua urin merah merupakan tanda hematuria

Selain itu, beberapa jenis obat dapat menyebabkan urin merah. Misalnya rifampisin, siklofosfamid, pirazinamid, atau beberapa jenis makanan seperti bit, buah naga dapat menyebabkan urin berwarna merah. Obat-obatan dan makanan ini terkadang menyamarkan diagnosis hematuria. Hindari pula pemeriksaan urin saat menstruasi, karena dapat memberikan hasil yang menyamarkan kesimpulan dokter.

Ilustrasi gambar oleh Freepik

Artikel terkait:

Pos Hematuria atau urin yang mengandung darah muncul pertama kali Rumah Sakit Bros Awal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here