Dexa Group Menerima Penghargaan IIRDI untuk Penelitian dan Pengembangan Farmasi

0
7
Dexa Group Terima IIRDI Award untuk Riset dan Pengembangan Farmasi

Pemerintah baru-baru ini memberikan 2019 IIRDI Award kepada Grup Dexa untuk memberikan kontribusi pada penelitian dan pengembangan produk farmasi yang unggul dan inovatif, Gengs. Melalui PT Dexa Medica, Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada Grup Dexa.

Penghargaan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri (IIRDI) Inovatif 2019 diberikan oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Republik Indonesia Kementerian Riset dan Teknologi Ismunandar kepada Direktur Eksekutif Dexa Laboratories Ilmu Biomolekuler Ilmu Pengetahuan Biomolekul PT Dexa Medica Raymond Tjandrawinata.

Penghargaan diberikan karena Dexa Medica dianggap konsisten dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan, memanfaatkan dan mengembangkan hasil Litbang dari lembaga / perguruan tinggi Litbang, dan menghasilkan produk-produk inovatif melalui kegiatan Litbang.

Perlu dicatat bahwa penghargaan IIRDI adalah yang kedua untuk Dexa Group setelah sebelumnya pada tahun 2018 menerima penghargaan yang sama melalui PT Dexa Medica DLBS.

Baca juga: Dexa Group Memberikan Beasiswa untuk Calon Ilmuwan Senilai 1 Miliar Rupiah

Pada kesempatan ini, Dr. Raymond menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasihnya kepada Kementerian Riset dan Teknologi atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan yang diberikan adalah bentuk apresiasi pemerintah untuk kegiatan penelitian dan pengembangan para ilmuwan di Dexa Medica.

"Dengan penghargaan ini kami berharap untuk menjadi lebih antusias dalam melakukan kegiatan R&D dalam memproduksi produk farmasi inovatif dan berkualitas tinggi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas, bangsa, dan negara, "kata Dr. Raymond.

Dr. Raymond menambahkan, pemilihan Dexa Medica menerima Penghargaan IIRDI 2019 karena dedikasinya pada penelitian dan pengembangan produk untuk hilir, mendapatkan paten, kekayaan intelektual hingga komersialisasi produk, yang tidak hanya di Indonesia tetapi bahkan di luar negeri.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof. Bambang P.S. Lembaga Brodjonegoro mengungkapkan bahwa penelitian dan pengembangan Indonesia perlu didorong untuk menjadi internasional, inovatif dan berdaya saing.

"Untuk mempercepat pencapaian hasil Dengan mengandalkan inovasi yang menggambarkan keunikan potensi Indonesia, kami ingin menghadirkan produk-produk inovatif di tingkat global, "kata Prof. Bambang dalam arahannya di Appreciation Research Institute di Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta.

Prof. Bambang menambahkan, salah satu produk inovatifnya adalah menggunakan bahan baku atau bahan dasar yang unik di Indonesia atau memanfaatkan sumber daya keanekaragaman hayati seperti flora atau fauna di Indonesia. "Melalui sumber daya keanekaragaman hayati ini, itu harus menjadi inspirasi sebagai produk inovatif," katanya di Appreciation R & D Institute.

Baca juga: Dexa Group Berkolaborasi dengan Distributor Farmasi Kamboja

Plt. Direktur Jenderal Lembaga Sains dan Teknologi, Kemenristek Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc menambahkan, penghargaan IIRDI diberikan kepada badan usaha atau industri yang memiliki unit kerja penelitian dan pengembangan serta menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara konsisten dan berkesinambungan.

Hasil penelitian ini kemudian digunakan untuk pengembangan produk yang inovatif dan kompetitif. "Melalui kegiatan ini, Kementerian Riset dan Teknologi mendorong partisipasi komunitas bisnis dan industri untuk memainkan peran aktif dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan, baik yang dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan lembaga litbang lain dalam menghasilkan produk-produk inovatif, "tambah Dr. Ir. Patdono dalam sambutannya.

Kegiatan Litbang yang dimaksud adalah kegiatan Litbang yang dilakukan di Indonesia untuk menghasilkan inovasi, penguasaan teknologi baru, dan / atau alih teknologi untuk pengembangan industri guna meningkatkan daya saing nasional.

Sementara itu, menurut Dr. Raymond, salah satu peran Dexa Medica sebagai industri farmasi DLBS melalui lembaga litbang mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bahan baku farmasi melalui penelitian dan pengembangan produk obat modern asli Indonesia (OMAI). Ini karena 95% bahan baku untuk obat-obatan masih diimpor dari India, Cina dan kawasan Eropa.

DLBS sebagai organisasi penelitian bahan alami sampai saat ini telah meneliti dan memproduksi bahan aktif untuk obat-obatan herbal. Upaya ini merupakan langkah untuk mendorong kemandirian bahan baku obat nasional sambil memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia karena memberdayakan petani untuk distributor.

"Dengan upaya ini, DLBS, yang selama belasan tahun telah mendorong penggunaan produk R&D dalam negeri yang inovatif dan berkualitas tinggi, dapat memperkuat daya saing produk farmasi Indonesia, dan khususnya mengurangi ekspor bahan baku obat," katanya.

Bersama ratusan ilmuwan, DLBS PT Dexa Medica telah menghasilkan produk-produk yang terbuat dari bahan alami asal Indonesia, termasuk obat diabetes Fitofarmaka yang telah diekspor ke Kamboja dan negara-negara ASEAN lainnya yaitu Inlacin dan Disolf untuk memperlancar sirkulasi darah.

Selain itu, produk lain yang dibuat dari penduduk asli Indonesia adalah Redacid untuk gangguan lambung, seri Family Herba seperti HerbaKOF untuk obat batuk, HerbaCOLD untuk flu, HerbaPAIN untuk sakit kepala dan sakit otot, dan HerbaVOMITZ untuk gangguan perut.

Baca juga: Penghargaan Pemerintah untuk Penelitian dan Inovasi Dexa Medica

Saat ini, kegiatan R&D di Dexa Medica telah diakreditasi secara independen oleh auditor KNAPPP (Kemenristek BRIN) dan AAALAC (Asosiasi untuk Penilaian dan Akreditasi Laboratorium Internasional Perawatan Hewan). Setidaknya 50 produk inovasi dan publikasi ilmiah telah dilakukan oleh Dexa Medica terkait dengan kegiatan R&D dalam empat tahun terakhir.

Produk-produk inovasi ini berkaitan dengan ekstrak bahan-bahan alami diabetes, gangguan lambung, anti-mual dan kembung, serta ekstrak bahan-bahan alami untuk batuk dan flu. Selain itu, sekitar 42 paten terkait dengan produk penelitian yang telah terdaftar di sejumlah negara yaitu Indonesia, Amerika, Eropa, Australia, Korea Selatan, dan Jepang.

Sejumlah penghargaan telah diterima oleh DLBS termasuk Penghargaan Karya Anak Nation dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2016, Penghargaan WIPO yang diberikan kepada Dr. Raymond Tjandrawinata pada tahun 2018 sebagai tanda penghargaan kepada pencipta, penemu, inovator, dan aktivis kekayaan intelektual. diberikan oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.

Pada tahun yang sama di tahun 2018, Dr. Raymond juga menerima penghargaan dari Penghargaan SINTA dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atas kinerja mereka yang baik dalam publikasi, kutipan, dan jurnal.

Penghargaan Pharmacovigilance dalam kategori Perusahaan Modal Domestik (PMDN) dari BPOM RI juga diterima pada tahun 2018. Yang terakhir adalah pada November 2019 melalui produk penelitian DLBS, yang merupakan salah satu produk obat alami modern Indonesia asli, HerbaKOF memenangkan 2019 Halal. Penghargaan dari Lembaga Penilai Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Dewan Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here